Rabu, 01 Mei 2013


Menjadi pasangan suami istri yang sukses sebagai pengusaha merupakan pencapaian yang membanggakan. Dimana peran, visi dan misi antara keduanya harus seimbang, agar apa yang telah dicita-citakan dapat terwujud. Inilah yang dilakukan Odi Anindito dan Rakhma Sinseria dalam memulai usaha mereka.

Tahun 2006, Odi Anindito bersama sang istri berhasil mengembangkan sebuah brand bernama Coffee Toffee, yaitu bisnis yang menjual minuman berbahan dasar kopi, coklat dan teh. Coffee Toffee menawarkan minuman kopi dengan bahan dasar kopi kualitas terbaik dikelasnya, biji kopi yang digunakan adalah campuran antara biji kopi Java – Mocha dan Toraja Kalosi yang sudah terkenal akan kekuatan rasa dan aromanya.

Garasi rumah yang berada di jalan Dharmahusada 181, Surabaya menjadi saksi bisu langkah awal terciptanya sebuah bisnis bernama Coffee Toffee. Garasi mobil kala itu di sulap oleh pasangan Odi dan Rakhma sebagai tempat bersantai untuk menikmati kopi bersama teman-teman. Ketika itu mereka hanya berpikir bagaimana bisa memulai usaha, tanpa terpikir tentang manajemen atau omzet yang akan mereka dapatkan.

Awal mula tercetusnya ide bisnis tersebut ketika Odi pulang dari Melbourne, Australia, negara dimana Ia bersekolah pada tahun 2005. Di negeri Kanguru tersebut Odi pernah bekerja paruh waktu sebagai Barista di kedai kopi, disanalah Ia mengetahui bahwa 12 dari 30 kopi yang disajikan ternyata berasal dari Indonesia dan responnya sangat luar biasa. Dari situlah Odi tergugah untuk bisa memanfaatkan kekayaan tanah kelahirannya tersebut di negeri sendiri.

Akhirnya pada tahun 2006 Odi dan Rakhma sepakat untuk membuka sebuah tempat ngopi yang berawal dari garasi rumahnya. Kecintaannya terhadap kopi sejak duduk di bangku kuliah dan rasa bangganya terhadap kekayaan Indonesia menggerakkannya untuk mengembangkan bisnis minuman berasal dari kopi lokal.

Ketika itu modal awal yang mereka keluarkan hanya Rp 5 juta, dengan segenap keyakinan mereka pun mulai mencari nama yang unik dan pas untuk kedai mereka. Akhirnya tercetuslah nama Coffee Toffe, alasan mengambil nama tersebut karena jika diucapkan memiliki irama yang pas. Setelah di cek, Toffee memiliki arti permen cokelat. Maka tak heran jika kini Coffee Toffee juga menawarkan cokelat sebagai pilihan menu.

Lika-liku Perjuangan Menuju Sukses
Jalan memang tak selalu lurus, lika liku sebuah perjalanan itulah yang menjadi pelajaran berharga. Begitu juga yang dialami oleh pasangan yang memiliki gairah dalam memulai bisnis minuman kopi. Sempat merasakan masa kejayaan dengan memiliki 10 booth yang tersebar di Surabaya dalam kurun waktu 2 tahun, Coffee Toffee justru mengalami kebangkrutan pada tahun 2008.

Penipuan yang dialami oleh pasangan pemilik Coffee Toffee ini membuat seluruh usahanya habis, bahkan mobil serta rumah yang mereka miliki, digunakan untuk membayar hutang. Tidak hanya itu saja, pasangan ini pun berusaha untuk tetap kuat ketika banyak orang yang mencemoohnya sebagai pengusaha yang dianggap menjalankan bisnis tipu-tipu, yang menjadikan usahanya masuk daftar hitam.

Jatuh bangun benar-benar dirasakan Odi dan Rakhma, namun dengan antusiasme dan keyakinan kuat, mereka tidak lantas menyerah. Evaluasi tentang kesalahan mengenai sistem dan menejerial kembali mereka benahi. Tak ingin gagal lagi, pasangan ini sepakat untuk membentuk Coffe Toffee sebagai badan hukum, selain itu konsep kerjasama kemitraan pun dipilih sebagai bangkitnya Coffee Toffee.

Memilih memulai langkah barunya di Jakarta, pasangan suami istri ini sepakat untuk fokus dan membagi tugas. Rakhma sang istri bertanggungjawab mencari informasi tentang sistem kemitraan dan menajemen, bahkan Ia pun rajin mengikuti pelatihan usaha kecil menengah yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga pemerintahan. Sedangkan Odi bertugas mencari konsep dan berburu kopi ke daerah-daerah.

Dalam melakukan perburuannya Odi pun tak setengah-setengah, dari penjelajahannya ke koperasi-koperasi setempat akhirnya membuahkan hasil. Odi mendapatkan beragam jenis kopi khas Indonesia diantaranya kopi Sumatera Gayo dan Gelintong, Sulawesi Toraja Kolasi, Jawa Moca serta Bali Karu.

Pelan tapi pasti, terbukti dari fokus dan ketekunan yang Odi dan Rakhma lakukan gerai Coffee Toffee mulai merebak di Jakarta dan sekitarnya. Produk serta konsep yang mereka tawarkan cukup menarik hati konsumen. Kemasan yang lebih modern serta harga yang terjangkau ternyata sesuai dengan gaya hidup masyarakat Metropolitan ini.

Merasa telah mampu menaklukan Jakarta, Odi dan Rakhma mencoba peruntungannya kembali di kota asal mereka, Surabaya, sekaligus ekspansi ke daerah-daerah lainnya pun mereka lakukan. Dan terbukti, kini 113 café Coffee Toffee telah tersebar di Pulau Jawa, Jakarta, Kalimantan dan Sulawesi, dengan omzet miliaran rupiah setiap bulannya. Tak heran jika Coffee Toffee kini dapat disejajarkan dengan brand kedai kopi Internasional seperti Starbucks dan Coffee Bean.

Nominee Indonesia Franchise Start Up Award 2009 versi majalah Info Franchise, Pemenang I Wanita Wirausaha Femina-BNI tahun 2010, The Best in Business Concept Indonesia Franchise Start Up Award 2010 versi majalah Info Franchise. Inilah sederet penghargaan yang merupakan bukti dari kerja keras pasangan Odi dan Rakhma dalam membangun Coffee Toffee.

Perjalanan serta perjuangan yang berbekal love, passion, enthusiasm mengantarkan mereka pada puncak kesuksesan, sekaligus menjadikan tiga point tersebut sebagai tagline Coffee Toffee. Kini Coffee Toffee mampu membuktikan menjadi ikon model bisnis lokal yang menjadi tuan rumah sendiri. Bahkan Odi dan Rakhma berharap kelak bisnisnya mampu mengglobal dengan produk lokal. Mereka bisa, Anda pun pasti bisa berbisnis. Salam sukses.

Sumber : bisnisukm.com

0 komentar :

Posting Komentar