Rabu, 29 Mei 2013

Kentang adalah jenis umbian yang biasanya dibuat campuran sayur sup, teksturnya yang lunak ketika sudah dimask memang mantap bila menjadi campuran sayur sup khususnya para ibu yang hobinya memasak. Namun beda dengan Dodi Triatmaja, ditanganya kentang disulap menjadi bisnis yang menjanjikan. Kentang yang biasanya bat campuran sup itu dibuatnya menjadi kripik kentang.  Dodi Triatmaja asal Banyumanik, Semarang. Mengusung brand Mas Brow, ia menawarkan enam variasi produk keripik kentang. Diantaranya keripik kentang keju, kentang original, kentang keju pedas, kentang cabe hijau, kentang pedas manis, dan kentang pedas gurih.

Dodi mengklaim, produk keripik kentangnya diproduksi secara alami dengan menggunakan bahan baku kentang asli pilihan sesuai dengan standar mutu. Selain itu, racikan bumbu yang digunakan juga dibuat manual dengan mengedepankan kualitas. "Kami fokus membuat makanan sehat," kataDodi yang merintis usaha ini sejak awal tahun 2012.

Dodi membanderol keripik kentang Mas Brow Rp 14.000 per bungkus untuk kemasan 75 gram, dan Rp 17.000 per bungkus untuk kemasan 100 gram. Untuk memasarkan produknya, Dodi menawarkan kerjasama keagenan. Syarat menjadi agen harus melakukan pembelian produk minimal Rp 960.000 per paket. Dengan biaya sebesar itu, agen akan mendapat 48 bungkus keripik kentang dengan kemasan 75 gram, dan 48 bungkus keripik kentang dengan kemasan 100 gram.

Ia menjanjikan, agen bisa meraih keuntungan hingga 50% dari omzet. Jadi, dari setiap paket senilai Rp 960.000, agen bisa meraup omzet hingga Rp 1,5 juta. Jika agen bisa menjual minimal tujuh paket, maka dalam sebulan agen bisa meraup omzet hingga Rp 10,8 juta, dengan laba bersih sekitar Rp 5,4 juta per bulan.

Saat ini, Mas Brow telah memiliki 24 agen yang tersebar di Palembang, Pekanbaru, Semarang, Solo, Klaten, Pekalongan, Cilacap, Wonosobo, Sleman, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, dan Kalimantan. "Setiap agen bisa menjual tiga paket hingga tujuh paket perbulan," ujarnya. Agar persaingan lebih kompetitif, Mas Brow hanya memiliki satu agen untuk satu kota, kecuali kota besar seperti Jakarta bisa sampai lima agen. Para agen bisa menjual kepada reseller dan langsung kepada konsumen.


Sumber : usahabisnis.com

0 komentar :

Posting Komentar