Rabu, 13 Maret 2013

Didirikan Suhanto Alim pada November 2007, Martabak Alim diwaralabakan sejak awal 2008. Bisnis Martabak Alim terus berkembang dengan penawaran rasa berbeda. Puluhan variasi rasa ditawarkan. “Yang paling populer rasa durian,” ujar Suhanto.

Berbagai inovasi rasa dan bumbu rahasia membuat jumlah mitra Martabak Alim melesat. Jika pada Oktober 2010, saat KONTAN menulisnya, jumlah mitra sebanyak 181. Saat ini meningkat menjadi 201 mitra dengan omzet rata-rata Rp 2 juta per hari.

Bahkan Suhanto terpaksa membatasi jumlah mitra karena tingginya permintaan. “Kalau tidak dibatasi mungkin sudah mencapai 400 mitra lebih,” ujarnya.

Suhanto sengaja melakukan pembatasan karena tidak ingin terjadi kanibalisasi antar mitra. Walau begitu ia mengaku masih akan mengepakkan sayap ke Indonesia Bagian Timur yang belum tergarap.
Walau permintaan calon mitra membludak, biaya investasi Martabak Alim masih sama Rp 125 juta. Nilai investasi itu termasuk peralatan masak lengkap, alat membuat martabak mini, biaya renovasi tempat dan persediaan bahan baku selama seminggu.

Martabak telur dan martabak manis dijual. Dengan 40 pilihan rasa, martabak manis dijual Rp 16.000 sampai Rp Rp 44.000 tergantung dari rasa dan ukuran. Untuk martabak mini harganya mulai Rp 4.000 per loyang.

Agar pelanggan tidak bosan, Alim dalam waktu dekat juga akan memperkenalkan martabak kentang dengan harga Rp 20.000-Rp 60.000 per loyang. Inovasi terus dilakukan, sebab menurut Suhanto, persaingan sudah sangat ketat. “Martabak adalah produk yang gampang ditiru sehingga harus terus melakukan inovasi,” katanya.

sumber :  jpmi.or.id

0 komentar :

Posting Komentar