Senin, 11 Maret 2013

Memilih usaha sampingan memang gampang-gampang susah. Anda harus bisa memilih yang cocok dan menghasilkan untung besar. Mungkin, dengan membuka usaha di bidang makanan bisa menjadi referensi Anda.

Namun, bila ingin produk dilirik, tak jarang banyak orang memilih sesuatu yang unik, kreatif, dan berinovasi tinggi. Nah, tak ada salahnya jika mencoba menjadi agen atau reseller dari abon lele bermerek LeleQu. Ya, abon lele ini adalah sebuah brand bisnis makanan yang menggunakan bahan dasar ikan lele.

Tak hanya untuk dan sekadar dipasarkan saja, perluasan makanan ini dinilai menjadi salah satu satu sarana untuk melestarikan warisan kuliner nusantara yang beraneka ragam. Visi perusahaan ini adalah ingin menjadi salah satu makanan khas dari Tegal, sebelumnya maskot dari Tegal yang kita tahu yakni warteg dan bawang.

Sang pemilik LeleQu, Nopi Sugianto mengaku, dia hanyalah seorang petani lele. Tak jarang dirinya menemui banyak kendala ketika menjalani profesi tersebut, yakni pertumbuhan yang tidak merata dari ikan lele. Terkadang ada yang besar, ada juga yang kecil.

Menurut dia, ikan lele yang laku untuk dijual adalah yang berukuran 14-15 sentimeter (cm). “Oleh karena itu, ikan lele yang tidak dapat dijual saya olah menjadi abon lele,” ungkap Nopi kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Nopi menceritakan, abon lelenya bermerek LeleQu berdiri pada Juni 2011. Pada mulanya dia beserta komunitas petani lele yang berada di Tegal bingung terhadap lele yang sudah tidak dapat dijual lagi. Kemudian tercetuslah ide membuat abon ini.

Demi memuluskan niatnya, dia mengajukan pinjaman ke Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Pihak PNPM pun meminjamkan modal sebesar Rp10 juta untuk memulai usaha abon lele ini.

“Dengan modal dari PNPM sebesar Rp10 juta, saya mendapatkan omzet per bulannya sekira Rp3 juta-Rp5 juta,” ungkapnya.

Dia menambahkan, LeleQu untuk saat ini mempunyai dua rasa, yakni rasa original dan rasa pedas, serta kemasannya pun hanya 100 gram (gr) dan 250 gr dengan masing-masing harga yang dibanderol sebesar Rp25 ribu dan Rp60 ribu.

Dituturkannya, pemasaran LeleQu saat ini melalui delapan agen yang tersebar, yakni di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Tangerang Kota, Tangerang Selatan, Bogor, Purwokerto, Banyumas, dan Tegal.


Nopi juga mengatakan, dari program pemasaran berbasis agen ini, ia telah mendapat keuntungan sebesar 20 persen. Nopi pun berharap bahwa LeleQu bisa menjadi peluang Usaha yang baru dan menarik.

“Nilai gizi ikan lele termasuk tinggi dan baik untuk kesehatan, karena tergolong makanan dengan kandungan lemak yang relatif rendah dan mineral yang relatif tinggi. Kandungan lemak ikan lele hanya dua gram, jauh lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi (14 gr) dan daging ayam (25 gr). Selain kaya zat gizi, lele juga membantu pertumbuhan janin dalam kandungan dan sangat baik bagi jantung karena rendah lemak.

sumber : budidaya-ikan.com

0 komentar :

Posting Komentar