Kamis, 11 April 2013

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah -- yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia -- dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.

Konsolidasi dan integrasi

Segera setelah merger, Bank Mandiri melaksanakan proses konsolidasi secara menyeluruh. Pada saat itu, kami menutup 194 kantor cabang yang saling berdekatan dan rasionalisasi jumlah karyawan dari jumlah gabungan 26.600 menjadi 17.620. Brand Bank Mandiri diimplementasikan ke semua jaringan dan seluruh kegiatan periklanan dan promosi lainnya. Salah satu prestasi Bank Mandiri yang paling signifikan adalah dengan mengganti platform teknologinya secara menyeluruh. 

Bank Mandiri mewarisi total 9 core banking system yang berbeda dari 4 bank pendahulunya. Bank Mandiri segera berinvestasi untuk mengkonsolidasikan sistem-sistem dari platform yang terkuat. Dibutuhkan tiga tahun dan dana sebesar US$ 200 Juta demi mengembangkan program untuk menggantikan core banking platform sebelumnya agar sesuai dengan standar perbankan ritel.

 Kini infrastruktur IT Bank Mandiri telah menyediakan system pengolahan data straigth-through dan interface yang seragam bagi pelanggannya. Sesuai dengan visi kami, Bank Mandiri memasuki segmen bisnis yang menguntungkan dan memiliki prospek tumbuh, sekaligus berperan sebagai institusi perbankan yang komprehensif. Untuk itu, Bank Mandiri berfokus pada segmen korporasi, komersial, mikro & ritel, serta pembiayaan konsumen dengan strategi yang berbeda di setiap bisnisnya dan bersinergi dengan seluruh segmen pasar yang ada. 

Kehadiran Bank Mandiri sebagai Bank Domestik Multispesialis di Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam langkah-langkah khusus dengan menumbuhkan pangsa pasar dominan di segmen yang kami fokuskan. Selain itu, Bank Mandiri juga memiliki visi untuk menjadi bank terdepan di Indonesia. Sebagai bank publik, visi Bank Mandiri untuk menjadi bank blue chip publik di Asia Tenggara ini akan diukur berdasarkan kapitalisasi pasar.

sumber :  bankmandiri.co.id
Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.
Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.

Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional.

Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai 'BNI 46'. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat - 'Bank BNI' - ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.

Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996.

Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan 'Bank BNI' dipersingkat menjadi 'BNI', sedangkan tahun pendirian - '46' - digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.

sumber :  blogspot.com
Meski baru tiga tahun beroperasi di Indonesia, Hana bank punya target besar, yakni masuk dalam jajaran 20 bank  terbesar di Indonesia pada 2012. Tidak berlebihan mengingat pemegang sahamnya yakni Hana Bank Korea Selatan merupakan bank terbesar keenam di negeri ginseng dengan total aktiva mencapai 141,7 triliun wons, setara dengan US$ 131 miliar. Sebagai pemegang 72,1% saham, Hana Bank Korea tentu saja akan mendukung langkah ekspansi anak usahanya itu.
Hana Bank masuk ke Indonesia pada Desember 2007 dengan mengakuisisi PT Bank Bintang Manunggal. Izin operasi dari BI dikantongi pada Maret 2008. Pada 2009, asset Hana Bank mencapai Rp 1,845 triliun dengan modal Rp 500 miliar. Keseriusan sebagai 20 bank terbesar di Indonesia ditunjukan dengan peningkatan asset yang signifikan menjadi Rp 2,378 triliun pada tahun 2010.
Peningkatan itu tak lain karena gencarnya ekspansi kredit yang dilakukan Hana Bank. Total outstanding kredit tahun 2010 mencapai Rp 1,558 triliun atau meningkat 69,41% dari tahun 2009 sebesar Rp 919 miliar. Penyaluran kredit difokuskan pada segmen usah akecil menengah & komersial. Uniknya, meski berasal dari Korea, Hana Bank tak seperti beberapa bank asal Korea lainnya yang hanya membidik pangsa pasar perusahaan Korea. Tahun lalu sebanyak 75% portofolio Hana disalurkan untuk perusahaan lokal, sisanya 25% untuk komunitas Korea.

Kerja keras Hana kembali dilanjutkan tahun ini, target kredit dipatok Rp 1 triliun atau tumbuh 66,66% dibandingkan tahun 2010. Target itu tidak muluk mengingat rasio capital adequacy ratio (CAR / rasio kecukupan modal) yang mencapai 29,69% menunjukan ruang untuk ekspansi masih terbuka lebar. Direktur Hana Bank, Konstantinus Liem mengungkapkan, dalam mendukung ekspansi itu Hana Bank membuka empat cabang baru tahun ini, yakni di Jakarta masing-masing di daerah Sawah Besar, Panglima Polim dan Pluit, satu lainnya di Cilegon, Banten


“Sebagai pendatang baru di dunia perbankan Tanah Air, kami bertekad untuk segera hadir lebih dekat di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya. Selain menggenjot kredit, pembukaan cabang itu tentu saja untuk menggenjot dana pihak ketiga (DPK), pasalnya, seperti halnya penyaluran kredit, dalam meraup DPK, Hana Bank lebih banyak mengandalkan dari masyarakat lokal ketimbang komunitas korea sendiri.


Selain berharap dari pendapatan bunga, tahun ini Hana Bank juga akan menggenjot pendapatan dari pos fee based income dengan serius menggarap bisnis remitansi atau jasa pengiriman uang dari Korea ke Indonesia. Bisnis remitansi dari Korea Selatan ini akan menjadi unggulan masa datang, mengingat perseroan memiliki jaringan dengan Hana Bank Korea.


Namun, karena kantor cabang perseroan yang baru berjumlah 20 kantor dan hanya tersebar di pulau Jawa, otomatis Hana Bank harus membuka diri untuk bekerjasama dengan bank lain yang memiliki cabang yang lebih luas. Proses penjajakan kerjasama itu kini sedang dilakukan dengan beberapa bank, salah satunya untuk mebuka akses pengiriman uang ke Makassar.


Tahun lalu perserosan berhasil membukukan pendapatan bunga bersih Rp 105,83 miliar atau meningkat 77% dari tahun 2009 yang tercatat Rp 59,65 miliar, sementara pendapatan operasional selain bunga meningkat 34,16% menjadi Rp 13,19 miliar dari tahun 2009 yang tercatat Rp 9,83 miliar. [Mashud Toarik] - Sumber : Majalah Investor edisi Juni 2011.
 sumber : hanabank.co.id
Visi dan Misi
Visi
Menjadi Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berkelas dunia, terpercaya, bersahabat dan unggul dalam Operasional dan Pelayanan.

Misi
Sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang memenuhi perlindungan dasar bagi tenaga kerja serta menjadi mitra terpercaya bagi:
  • Tenaga Kerja: Memberikan perlindungan yang layak bagi tenaga kerja dan keluarga
  • Pengusaha: Menjadi mitra terpercaya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas
  • Negara: Berperan serta dalam pembangunan
Filosofi Jamsostek
  • JAMSOSTEK dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi resiko sosial ekonomi. Kemandirian berarti tidak tergantung orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan dihari tua maupun keluarganya bila meninggal dunia. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan dari belas kasihan orang lain.
  • Agar pembiayaan dan manfaatnya optimal, pelaksanaan program JAMSOSTEK dilakukan secara gotong royong, dimana yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit dan yang berpenghasilan tinggi membantu yang berpenghasilan rendah.
Sumber : jamsostek.co.id
Chad Meredith Hurley lahir tahun 1977, dia adalah pendiri dan mantan CEO Officer dari YouTube sebuah situs berbagi video populer. Pada bulan Juni 2006, ia terpilih dan masuk dalam majalah Bisnis 2.0 di urutan ke 28 sebagai dalam daftar "50 orang yang berpengaruh saat ini". Pada bulan Oktober 2006 ia dan Steve Chen menjual YouTube senilai $ 1,65 milyar ke Google. Hurley bekerja di PayPal dan eBay, satu tugasnya ialah terlibat dalam merancang logo PayPal sebelum memulai kariernya YouTube dengan bersama rekannya Steven Chen dan Jawed Karimi Hurley terutama bertanggung jawab untuk dalam bidang berbagi penandaan dan video di YouTube.

Chad merupakan adalah anak kedua dari Don dan Joann Hurley, dan dibesarkan di dekat Birdsboro, Pennsylvania. Dia memiliki dua saudara kandung, seorang kakak perempuan, Heather, dan adik, Brent. Sejak kecil, Chad menunjukkan minat ekstrim dalam seni, tetapi kemudian menjadi tertarik pada komputer dan media elektronik selama sekolah tinggi. Dia adalah seorang yang menonjol di sekolah tinggi Twin Valley. Dia juga anggota Himpunan Mahasiswa Teknologi selama sekolah tinggi. Dia lulus dari Sekolah Tinggi Twin Valley dan melanjutkan untuk menerima gelar BA Seni Rupa dari Indiana University of Pennsylvania pada tahun

Pada tanggal 16 Oktober 2006,Chent dan Hurley menjual YouTube kepada Google, Inc senilai $ 1,65 miliar. Dilaporkan dalam Wall Street Journal bahwa saham Chad Hurley dalam penjualan senilai 1.65 milyar dari YouTube adalah 345.6 juta Dollar di Google, pada tanggal 7 Februari 2007 pada penutupan harga saham sebesar $470,01 perlembar, Ia menerima 694.087 lembar saham Google dan 41.232 lembar saham dalam kepercayaan.

Yang lain dua pendiri youtube Steve Chen dan Jawed Karim, menerima 625.366 lembar saham dan 137.443 lembar saham masing-masing senilai $ 326.2 juta dollar dan $ 64.6 juta dollar. Laporan Journal didasarkan pada pernyataan pendaftaran Google dengan SEC diajukan pada 7 Februari 2007. Hurley mengundurkan diri sebagai CEO YouTube pada bulan Oktober 2010 dan menyatakan ia akan tetap sebagai penasehat dari YouTube, yang memungkinkan Kamangar Salar untuk mengambil alih posisi CEO. Hurley menikah dengan Kathy Clark, putri dari Jim Clark seorang pengusaha di silicon valley.
 
sumber :  blogspot.com
CFC (California Fried Chicken) sudah terkenal dengan cita rasa ayam gorengnya yang nikmat dan gurih. Tahukah Anda bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan Indonesia. Memang nama yang dimiliki perusahaan ini sangat mencerminkan Negara Amerika. Namun ternyata produknya murni asal Indonesia. Kebanggaan yang dimiliki CFC terletak pada ciri khas rasanya yang sebanding dengan ayam goreng asal Amerika.

 Awalnya, perusahaan ini bernama California Pioneer Chicken. Namun sejak tahun 1988, namanya diganti menjadi California Fried Chicken hingga sekarang. Restoran yang dikelola PT Pioneerindo Gourmet Tbk itu tidak ada keterkaitan bisnis sama sekali dengan pihak atau perusahaan asing manapun. Namun karena memilih nama CFC dimana California adalah salah satu negara bagian di Amerika Serikat, maka daging ayam siap saji yang ditawarkan CFC langsung dipersepsikan sama dengan produk siap saji lainnya dari Negeri Paman Sam yang sudah lebih dahulu populer.

 Anggapan awal kebanyakan orang pun sama menyebutkan bahwa CFC adalah perusahaan waralaba dari luar negeri. Untunglah CFC nama yang bagus itu dibarengi dengan kualitas produk makanan siap saji yang bagus pula hingga setara dengan standar produk restoran internasional. Nama yang akrab di telinga itu terbukti efektif untuk dimajukan ke pasar sehingga dalam perjalanan selanjutnya terdapat banyak cerita keberhasilan yang dibukukan CFC. Hingga berumur 29 tahun di tahun 2012 ini telah memiliki lebih dari 120 gerai yang tersebar di banyak kota Indonesia. CFC membutuhkan tak kurang 30 hingga 40 ton ayam pedaging setiap minggunya. Namun jika memasuki hari raya Lebaran, Natal, dan Tahun Baru kebutuhan itu meningkat menjadi 40 hingga 50 ton perminggu.

sumber : .blogspot.com

Rabu, 10 April 2013

James Gwee dikenal sebagai salah satu pembicara top di Indonesia, meskipun ia lahir dan besar di Singapura. Seminar-seminarnya mampu memotivasi peserta yang hadir sekaligus meningkatkan performa mereka di bidangnya masing-masing.

"...Mr. James Gwee dapat membantu saya meningkatkan motivasi Jual bagi wiraniaga saya", kata salah seorang peserta seminar.

James sebenarnya baru datang ke Indonesia pada tahun 1990.

Pada awalnya, James Gwee sebenarnya lulus dengan gelar di bidang IT di Singapura. Setelah itu, ia mendirikan sebuah sekolah / tempat kursus komputer bersama teman-temannya.

Dari sekolah inilah sebenarnya kemampuan public speaking-nya mulai berkembang. Selain mengikuti sebuah workshop tentang bagaimana berbicara di depan publik, hal yang berkontribusi banyak dalam kemampuan berbicaranya adalah ketika ia harus mengunjungi sekolah-sekolah untuk melakukan presentasi atau demo untuk sekolah komputernya.

Sekolah tersebut cukup sukses, sehingga membuatnya membuat sebuah franchise (waralaba) dan salah satu franchisee yang pertama ada di Indonesia. Nah, karena James satu-satunya orang yang bisa berbicara sedikit bahasa Melayu maka ia memutuskan untuk datang ke Indonesia agar bisa mengurus masalah franchisee tersebut.

Sesampainya di Indonesia, James melihat bahwa negara kita ini adalah suatu tempat yang menarik dan penuh dengan peluang. Jadi ia memutuskan untuk tinggal agak lama di Indonesia untuk mencari tahu lebih banyak tentang negara ini.

Akhirnya, ia menjual saham sekolah komputernya dan memutuskan untuk tinggal di Indonesia. Ia kemudian mulai menawarkan konsultasi dan membuat workshop tentang customer service dan semacamnya.

Keputusannya untuk menjual saham itu tentu adalah sebuah risiko. Sudah hidup enak, tapi mau melepas apa yang ia miliki untuk memulai dari awal.

Di Indonesia, pada awalnya James memang hanya menawarkan konsultasi untuk karyawan saja tapi kemudian ia memperluasnya dengan membuka workshop untuk publik.

Workshopnya yang pertama tidak langsung sukses, malah hanya dihadiri oleh 15-20 orang saja karena di awal tahun 90an seminar dan workshop semacam itu belum begitu populer. Karena itu, James Gwee menjadi salah satu pionir untuk seminar / workshop sejenis.

Seiring waktu berlalu, tak heran James mendapat gelar “Indonesia’s Favorite Trainer” karena ia selalu menyampaikan tips-tips yang praktis dan mudah dipahami di setiap seminarnya. Selain itu, gaya bahasanya yang ‘campuran’ antara Indonesia dan Inggris, serta penyampaiannya yang humoris dan penuh energi pun mampu memotivasi dan memikat masyarakat Indonesia.

 Selain di Indonesia, James bahkan telah melakukan seminar di perusahaan dan organisasi di berbagai negara seperti berbicara untuk 800 direktur top di India, memotivasi 1200 agen asuransi di Afrika Selatan, juga negara lain seperti Rusia dan Ukraina.

Melalui Seminarnya, James Gwee dan lembaga yang dimpimpinnya (Academia Education & Training) juga telah berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tanggal 24 November 2009 sebagai pemrakarsa dan pembicara seminar umum yang tematik dengan variasi terbanyak, 8 variasi tematik dalam waktu 1 tahun.
Selain seminar, James Gwee juga telah menulis buku dan membuat program CD audio dan video tentang penjualan, kesuksesan bisnis, bagaimana menjadi manajer dan supervisor sukses, dan juga manajemen waktu.
 
sumber :  justelsa.com
Pria berkacamata kelahiran Bali ini sukses meniti karir yang gemerlap dan cemerlang hingga menduduki kursi tertinggi jabatan (CEO) pada banyak perusahaan. Namun, kesuksesan yang tak diraihnya dalam waktu sekejap tersebut nyatanya 'dilempar' begitu saja menginjak usianya yang ke-39.

Sebuah goncangan hebat mampir dalam kehidupan Gede Prama menginjak usia 39 tahun. Berturut-turut dalam kurun waktu tak sampai tiga tahun, ketiga orang yang ia cintai meninggalkan dirinya untuk selamanya. Ayah, ibu, dan ibu mertuanya meninggal bersamaan dengan cobaan berat yang melilitnya di kantor. Saat itu, ia mengaku bahwa semakin keras dan semakin memberontak ia pada keadaan, maka semakin ia tidak berdaya. Lalu, perlahan-lahan ia mulai melepaskan diri dan berserah pada keadaan, dan saat itulah ia mulai memasuki dunia sufi. Buku-buku miliknya yang mayoritas tentang buku bisnis kemudian dialihkan dan berganti menjadi buku filosofi karangan Kahlil Gibran, David Bohn, Krisnamurti, Michel Foucault, Aikido Morihei, dan Jalaludin Rumi.

Bukan tanpa alasan ia kemudian lari dan semakin memperdalam ilmu filosofi, ketertarikannya pada dunia filosofi rupanya bermula saat dirinya masih kecil. Ibunya kerap kali memberikan wejangan yang bersumber dan menghasilkan kebaikan. Wejangan-wejangan tersebut rupanya menginspirasinya untuk selalu berpikir positif pada setiap tingkah laku. Hingga pada satu titik bernama keyakinan, pria yang akrab disapa Prama ini meyakinkan diri bahwa dirinya dapat menjadi seorang yang sukses di bidang filosofi. 

Memutuskan sebagai seorang pelayan dengan ketekunan yang tinggi ternyata bukanlah hal yang sepenuhnya salah. Bahkan, melalui metode spiritual yang ia kembangkan, namanya semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas. Ketertarikannya pada dunia pelayanan inilah yang kemudian mengantarkan lulusan Universitas Lancaster, Inggris ini bertemu langsung dengan Dalai Lama, pengajar spiritual dari India dan Lama Zopa Rinpoche, dan YA Thich Nhat Hanh untuk semakin memperdalam ilmu spiritualnya.

Kini, tak hanya bekerja sebagai pelayan dan Direktur Dynamics Consulting, Prama juga aktif memberikan seminar-seminar motivasi di sisi kegiatan menulisnya. Puluhan buku motivasinya telah banyak diterbitkan sejak tahun 1997 hingga kini.

sumber :  merdeka.com