Rabu, 27 Februari 2013

Muhamad Firdaus seorang pedagang herbal dan pembisnis bengkel sekaligus deler motor yang sukses dengan menerapkan cara bisnis isalam ( Saudagar ) awal mulanya Daus ( Panggilanya akrabnya ) hanya seorang anak yang tumbuh biasa sama halnya dengan anak yang lainnya akan tetapi daus mempunyai ciri hal yang berbeda sejak kecil dia sudah diterapkan ilmu agama dari ayahnya.

Tak lama kemudian Daus lulus SMU dan melamar kerja di salah satu Universitas sebagai OB dan dia bekerja tidak lama cuma 2tahun dan dia memundurkan diri dari pekerjaannya tersebut cuma gara-gara suruh potong janggutnya.

Dan dia keluar dari pekerjaannya dan dia mulai pusing memikirkan mau mencari pekerjaan dimana yang menerima karyawan berjanggut setelah 2 bulannan kirannya dia sudah melamar sana sini tidak ada kabar lagi.

Dan dia memutuskan untuk berdagang buku dengan temannya,hari kehari, minggu keminggu sampai tahun ketahun dia memutuskan untuk buka usaha sendiri tetapi bukan usaha menjual buku tetapi usaha obat herbal yang dia lucuti dengan berjalan kurun waktu dia mengalami kesusahan usaha dengan kalahsaing dengan agen- agen toko herbal yang ada.

Tetapi dia tidak pantang menyerah begitu aja dan dia mulai aktif pada pengajian dan bersamaan itu pula dia menemukan reseller obat terbesar disemarang dan dia ditawarkan untuk kerja sama dengan dia untuk memasarkan obat herbalnya didaerah semarang.

seiring dengan berjalannya waktu dan tawaran demi tawaran dari reseller Semarang dari awalnya pesanan 1 bulan hanya 500 botol sampai 4000 botol perbulan dan juga dengan usaha bisnisnya yang semakin berkembang dia memutuskan untuk mencari teman hidup dan tidak lama kemudian dia mendapatkan teman hidup seorang wanita asal Kalimantan. 

Dan dia mulai mengembangkan usaha herbalnya dan muncullah ide baru yang memajukan motifasi dia untuk memanfaatkan lahan dengan membuka usaha bengkel motor dan toko herbal di Kalimantan selang berganti dia memberanikan untuk mengembangkan bisnis dengan menambah deller motor,usahanya semakin ramai dengan keadaan usaha bengkel yang jarang dan jaraknya pula berjauhan.

Setelah 2 tahun berjalan Daus berinisiatif membuka bisnis bengkel, deller motor dan herbalnya di Jakarta dan memulai mencari pegawai yang untuk membantunya dalam bekerja, bisnisanya kian maju dan mulai berkembang dan saat ini Daus mendapatkan omset Rp 25 juta perhari.

Alhamdullilah saya menumbuhkan cara ber bisnis dengan cara saudagar muslim dan menumbuhkan rasa percaya bahwa kalau ada kemauan insya allah ada jalan dan kesuksesan akan mudah diraih.
Pada awalnya Solihin hanya seorang penjual pempek biasa sehari harinya berliling dari tempat kesatu tempat dari sekolah ke sekolahan lain dan dari kegigihannya siapa disangka solihin dibalik dari kemauannya untuk usaha dia telah memikirkan kenapa Pk yos ( Pemilik Pempek Solihin bekerja ) bisa membuka usaha sedangkan saya tidak akhirnya solihin mengumpulkan uang untuk membuat sebuah gerobak untuk berjualan pempek miliknya.

Dan pada akhir tahun 2000 dia beranikan diri ke Jakarta untuk membuka usaha sebuah pempek tetapi apa yang dipikirkannya tidak semudah dengan fikirannya dia mengalami kesulitan dari tingkat tempat tinggal sampai tempat wilayah yang akan dia berdagang selalu ada kendalanya.

Akhirnya dia bertemu dengan salah satu kerabatnya dari kampung yang berjualan gorengan dan akhirnya kesulitan teratasi dan dari tempat kosan yang kecil dia memulai usaha pempeknya dan mulai membangun gerobaknya.

Pada awal Solihin berdagang dia kesulitan tentang lokasi dagangnya dia sampai-sampai nyasar disuatu tempat yang asing baginya dan pada akhirnya keajaiban datang disitu lah dia dia menemukan ide tuk membuka sebuah tempat netap karna pada dia nyasar dengan dagangan masih banyak nah disitulah tempat berkumpulnya anak-anak komunitas.

Setelah pempeknya laku ditempat itu solihin mulai ingin membuat gerobak baru untuk memperluas lokasi bisnis dagangnya diJakarta dan kesusahan melanda solihin dengan upaya untuk mencari pegawai baru untuk menjalankan usaha pempeknya dengan gerobak barunya itu.

Tidak kesengajaan terjadi ada seseorang menghampiri dia meminta bantuan agar dia mau memperkerjakannya di tempat pempeknya itu tetapi solihin menolaknya dan menawarkan dia mau membawa gerobak pempeknya dengan syarat tinggal bersamanya di kosannya itu 
.
Dan orang itu menolaknya akan tetapi dia punya tempat tinggal dan tidak mau tinggal bersama solihin, selang waktu pembicaraannya yang lama solihin akhirnya meminta untuk diantarkan kerumahnya untuk melihat rumahnya, ternyata rumahnya tempatnya cukup memadai dan akhirnya dia membuka pempek ditempat tersebut.

Setelah kurun waktu 2 tahun dia dia sudah bisa mempunyai 17 gerobak dan sudah mulai memikirkan ingin mempunyai tempat tinggal dan menambah relasi baru seperti menerima pesanan krtring.

Berbagai kendala sudah dia hadapi masalah juga terselesaikan,tetapi tingkat kemauan dan ke gigihannya yang tidak akan pudar,"kata solihin
Pada usia 22 tahun beliau berusaha mencari kerjaan di Jakarta dan tak lama kemudian ia menerima panggilan di salah satu perusahaan sabun sebagai seorang salesman. Sambil bekerja menjadi seorang sales beliau mengisi waktu lowong dengan berlatih kungfu. Baginya, kungfu bukan sekedar bela diri akan tetapi ada nilai nilai komitmen, kedisiplinan, perjuangan dan tanggung jawab di dalamnya.

Ketika film-film kungfu mulai booming di pasaran, orang yang akrab di panggil Bang Andrie ini mulai berminat menjadi bintang film kungfu. Beliau sempat mengirimkan lamaran ke perusahaan film kungfu di Hongkong namun ia gagal.

Karena ada suatu masalah, ia berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang salesman. Kondisi ini sempat membuat kehidupannya terganggu khususnya secara keuangan. Ditambah lagi dengan kepergian salah satu orang tuanya membuat kondisinya caruk-maruk. Akhrinya beliau memutuskan untuk pulang kampung ke Malang.

Setelah beberapa tahun di Malang, beliau kembali mengadu nasib di Jakarta pada tahun 1979. Kini ia melakoni pekerjaan sebagai Pelayan Toko. Upah yang di dapat dari pekerjaan nya itu belum cukup memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Sambil bekerja sebagai seorang pelayan toko, ia juga mendirikan sebuah perguruan kungfu bernama Hap Kun Do. Hingga hasilnya penghasilan yang di dapatkan dari perguruan kungfu ini lebih besar dari gajinya sebagai seorang pelayan toko. Di sinilah kembali muncul impian untuk menjadi bintang film. Andrie lalu keluar dari pekerjaannya dan berlatih kungfu secara intensif selama dua minggu, kemudian mengirimkan foto dan surat lamaran ke Hongkong. Sungguh malang nasibnya ternyata masih di tolak.

Tiga bulan kemudian, setelah mencoba melamar ke beberapa perusahaan akhirnya ia berhasil mewujudkan impiannya menjadi bintang film di Taiwan, meski bukan sebagai aktor utama.

Setelah 3 tahun berada di Taiwan, beliau kembali ke Indonesia. Beliau mencoba bisnis kecil-kecilan dengan membuat kartu ucapan yang berisi kata-kata mutiara. Tahun 1985 lahirlah Harvest. Pada awalnya bisnis ini tidak berjalan dengan mudah, berbagai macam penolakan dan hambatan selalu menghampirinya. Dimulai dari penjualan kartu secara keliling dari sebuah kamar kost, usaha tersebut berjalan sukses.

Hingga saat ini Harvest telah memiliki beberapa perusahaan pendamping. Boleh dibilang Andrie Wongso sejak tahun 80-an telah menjadi seorang motivator karena produk Harvest pada awalnya berupa kartu berisikan ucapan motivasi yang kemudian berkembang menjadi produk-produk inovatif lainnya. Tahun 1992 adalah momentum bagi Andrie Wongso untuk terjun secara total dalam bidang motivasi.

Dalam bidang motivation training, Andrie menggagas sebuah pemikiran filosofis Action and Wisdom Motivation Training. Filosofi terkenal dari Andrie Wongso adalah “Success is My Right” yang lahir delapan tahun yang lalu. Pelatihan yang diberikan Andrie Wongso kini sudah merambah ke seluruh lapisan, baik perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta, atlet dan lain-lain.

"Masa, saya yang SD tidak tamat saja bisa (sukses), lha wong kalian yang sarjana, tamat SMA, lahir dari keluarga mampu, nggak sukses?" begitu kira-kira logika Pak Andrie. Maka, berbahagialah orang yang miskin, sekolah rendah, tapi sukses!

Saat ini beliau menjadi salah seorang motivasi terkenal dengan bayaran yang tinggi di Indonesia. Perjalanan sukses yang dilaluinya tidak lah mudah, banyak sekali jalan terjal yang harus dilalui, aral dan rintangan yang di hadapi. Namun sekali lagi ketekunan akan mengalahkan segalanya. Tetaplah semangat dalam menggapai impian dan cita-cita kita dan jangan pernah menyerah.

sumber :  blogspot.com
. Sakit dahulu, bahagia kemudian.
Seperti pepatah masyarakat kita yang mengatakan, "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian" adalah salah satu prinsip yang di pegang teguh oleh Muhammad Ali. Tahukah anda sebenarnya beliau sangat membenci masa-masa latihan yang menghabiskan banyak waktu setiap harinya. Namun dalam hatinya percaya bahwa kerja keras yang ia lakukan pasti akan membuahkan hasil. Ia tak pernah berhenti dan percaya bahwa suatu saat nanti ia bisa menikmati hasil usaha lewat kerja kerasnya.

2. Tekad, mimpi, dan visi.
"Seorang juara tidak hanya dibentuk oleh sebuah gym, seorang juara harus memiliki tekad, mimpi, dan visi yang kuat dalam jiwa mereka." kata Muhammad Ali.
Apakah Anda memiliki tekad yang  membara untuk sukses? Apakah keinginan itu selalu ada ketika siang dan malam?, bahkan ketika bangun di pagi hari. Seorang juara memiliki keinginan yang kuat  untuk berhasil, mereka memiliki gambaran dalam keberhasilan dan bertekad untuk melihat gambar yang secara nyata. Seorang juara tidak pernah berhenti sampai tujuan mereka tercapai, mereka tidak bisa berhenti, mereka berada di sebuah misi.


3.  Tegaskan diri
"Melayang seperti kupu-kupu dan menyengat seperti lebah. Tidak ada yang bisa mengalahkan Muhammad Ali".
Kalimat di atas adalah sebuah pengulangan penegasan yang selalu di ucapkan Muhammad Ali yang mengarah pada keyakinan. Ketika kepercayaan itu menjadi keyakinan yang mendalam, hal-hal luar biasa akan mulai terjadi. "Jadi jangan menunggu seseorang untuk menegaskan Anda, tegaskan diri Anda!" Ali melakukan ini sepanjang waktu. Dia selalu berkata pada dirinya, "Akulah yang terhebat sepanjang masa". Kata-kata inilah yang menjadikan Muhammad Ali selalu meraih kemenangan dalam setiap pertarungan.

4.  Berubah
Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hidup ini harus berubah mengingat waktu yang selalu bergerak berubah setiap saatnya. Seseorang yang hanya diam berjalan di tempat akan tertingal jauh oleh seorang yang menyesuaikan diri dengan perubahan. Kita harus berubah dan mencintai perubahan. Ali mengatakan, "Dia yang tidak cukup berani untuk mengambil risiko tidak akan mendapatkan apa-apa dalam hidupnya."

5. Gunakan Imajinasi.
"Orang yang tidak memiliki imajinasi, tidak memiliki sayap."
Seekor burung yang tidak menggunakan sayapnya tidak akan bisa membuat dirinya terbang jauh. Kita manusia memiliki sayap juga, itulah imajinasi kita. Kita memiliki kemampuan untuk meninggalkan duniawi dan melambung ke dunia mimpi, sebuah dunia tanpa batas. Jika kita percaya apa yang kita lihat di dunia itu, maka visi yang akan lahir di dunia ini. Visi akan mendorong kita mendapatkan apa yang ada di dalam mimpi.

6. Tujuan adalah segalanya.
"Yang membuat saya tetap bertahan adalah tujuan"
Tujuan akan memberikan gambaran kemana kita akan pergi. Apa yang akan terjadi ketika anda pergi tanpa sebuah tujuan? Kenalilah tujuan hidup anda, kemana anda akan berjalan? Anda perlu membuat rencana untuk sampai kpada tujuan hidup anda. Jangan pernah meremehkan pentingnya tujuan, karena tujuan membuat Anda bergerak maju dengan benar.

7. Bersiaplah untuk sukses.
"Pertarungan ini menang atau kalah yang disaksikan para penonton - di belakang garis, di gym, dan di luar sana di jalan, jauh sebelum aku menari di bawah gemerlapnya hidup."
Kebiasaan sehari-hari anda akan menentukan seberapa jauh anda pergi, itu bukan tentang "gemerlap hidup," ini tentang bagaimana anda mempersiapkan diri untuk kesuksesan anda. Persiapkanlah diri anda untuk sukses. Apa yang dikatakan "menang atau kalah yang disaksikan para penonton" oleh Muhammad Ali masudnya adalah bahwa ia mempunyai sebuah tekad untuk selalu menang dalam setiap pertandingannya karena ia telah mempersiapkan kesuksesannya.

sumber : blogspot.com

Selasa, 26 Februari 2013

Kemudian ia mendirikan sebuah komunitas yang bernama komunitas SAMPAHKOE bersama teman-temannya. Komunitas ini mencoba menggerakan masyarakat agar peduli terhadap lingkungan, salah satunya adalah dengan mengelola sampah menjadi barang yang bermanfaat. Khalida bersama timnya pun bergerak ke berbagai daerah di Indonesia mulai dari Cimahi, Bandung, Sukabumi, Tangerang, Cikarang, Padang, Jambi, Yogyakarta, Surabaya, dan Solo.

Ia mengaku memulai usahanya dari titik nol Bahkan dia membiayai sendiri semua kegiatannya tersebut. Khilda mengaku modal untuk bisnis yang dia lakukan ini berasal dari gajinya di berbagai tempat dan menjual koran. Setelah beberapa bulan dirintis akhirnya usahanya membuahkan hasil. Ia mengaku sering menjadi narasumber untuk para walikota dan bupati dalam Konvensi Nasional Pengelolaan Sampah Pasar.

Prestasi yang ia dapatkan tidak main-main. Sebelumnya Khalida menyandang predikat sebagai salah satu Mahasiswa berprestasi Unpas 2011. Dan sekarang ia telah berhasil menyabet penghargaan seperti Young Change Maker Ashoka 2009, Pemenang Termuda Sampoerna Pejuang 9 Bintang 2010, Danamon Award 2011, kandidat penerima nobel Women Initiative Project London 2010 dan yang terakhir adalah menjadi salah satu 100 Wanita Inspiratif Tupperware She An 2012.

Sukses yang di capai Khalida adalah berkat kerja keras dan ketekunannya yang ia lakukan dengan gigih demi sebuah tatanan lingkungan yang bersih dan bermanfaat. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

sumber :.blogspot.com
Di sebuah desa terpencil seorang buruh bernama Ali syahbana adalah pegawai teladan di pabrik tahu milik bosnya bernama Pak Arifin. Pabrik ini sudah berjalan sejak lama dan memiliki banyak sekali pelanggan. Ali adalah sosok pekerja yang ulet dan tekun. Kemahirannya adalah keahliannya dalam mencetak tahu yang sangat bagus sehingga ia juga sangat sering diberi bonus oleh bosnya. Ia mendapat gaji 700rb/bulan.

Pada suatu hari Ali merenung dan memikirkan masa depan. Ia berpikir bahwa masa depannya tidak akan berkembang banyak jika ia terus-terusan menjadi seorang karyawan. Ia pun meminta izin kepada bosnya untuk berhenti bekerja dan ingin membuka usaha sendiri. Pada awalnya pak Arifin keberatan mengingat Ali adalah sosok karyawan teladan yang tak tergantikan. Namun karena tekad Ali untuk membuka usaha demi masa depan yang lebih baik, bosnya mengijinkan Ali.

Pada awalnya Ali membuka usaha bakso, namun keuntungannya masih sedikit masih dibawah gajinya di pabrik tahu, Ali pun tetap bekerja keras dan berusaha. Tetapi hasilnya tetap sama. Dan Ali pun berpikir untuk usaha tempe dan tahu,dia tidak merasa asing dengan pekerjaan itu karena dia memiliki keahlian dibidang tersebut, dia pun mulai membuat cetakan tahu dan tempe dan mulai menjualnya, ketika itu banyak orang yang suka dengan tahu dan tempe yang dibuat oleh Ali dan Ali pun mempunyai banyak pelanggan, karena Ali keteteran menghadapi banyak pesanan dari pelanggan sehingga Ali mencari karyawan untuk membantunya.

Akhirnya Ali pun berhasil berbisnis tahu dan tempe dan memiliki beberapa orang karyawan dan pabrik yang cukup besar melebihi apa yang dimiliki bosnya (pak Arifin) dahulu. Ali merasa bangga dan bersyukur atas apa yang telah dicapainya. Dengan tekad dan impian Ali di iringi ketekunan dan sikap pantang menyerahnya ia bisa mendapatkan apa yang ia harapkan

sumber : blogspot.com
Brooklyn, New York, Amerika Serikat bernama Ted Wiliam Ia adalah seorang tunawisma yang mengais rezeki di jalanan sebagai seorang pengemis di jalanan kota Colombus, Ohio.

Kisah suksesnya berawal dari sebuah video berdurasi 90 detik yang di unggah ke youtube. Video tersebut di rekam oleh juru kamera dari Columbus Dispatch. Dalam video tersebut terlihat Ted menuliskan sebuah kalimat, "Tolong bantu aku, aku punya karunia Tuhan. Dahulu saya adalah mantan penyiar radio yang kini jatuh dalam masa-masa yang sangat sulit. Semoga Tuhan memberkati anda. Selamat berlibur" Dalam video tersebut ia mengenakan jaket lusuh dan rambut acak-acakan sambil menendendangkan suara jingle radio merdunya.

Akhirnya harapan itu datang dengan dia menjadikan dirinya sebagai bisnis figur yang ketidak sengajaan. video Chenowith's mendapatkan popularitas setelah link ke sana telah diposting di situs Microblogging Twitter oleh stasiun radio olahraga 1310 Radio.

Sekarang Williams telah menerima tawaran pekerjaan dari orang seperti MTV, NFL dan ESPN. Berbagai stasiun TV dan Radio pun berebut mendapatkannya bahkan salah seorang direktur film pasca-produksi untuk National Football League, McLoughlin pernah berkata kepada karyawannya "Jika kau tidak mendapatkan Ted Williams, kau dipecat". Bayangkan banyak orang yang berebut karena terpesona oleh suara merdunya yang khas.

Kini berkat karunia Tuhan berupa suara, ia bisa mendapatkan dolar yang begitu luar biasa. Bayangkan padahal dulunya ia hanyalah seorang pengemis. So, siapapun kita, Tuhan pasti memberikan sebuah kelebihan jadi tugas kita adalah mencari kemudian mengembangkannya. Jika Ted Wiliam saja bisa sukses, kenapa kita tidak!

sumber :  .blogspot.com
Aang Widian Toko Ia adalah pengusaha muda berikutnya asal Indonesia yang berbisnis pembuatan sepatu buatan tangan atau handmade shoes. Bermarkas di Bandung ia menjalankan bisnisnya dengan menargetkan konsumen yang memiliki selera tinggi (harga mahal). Harga jual berkisar antara Rp 495.000-Rp 923.000 per pasang.
 
Aang Widian Toko adalah salah satu anak dari keluarga keturunan yang kurang mampu dia hanya mengandalkan ijazah lulusan SMUnya saja untuk mencari sebuah pekerjaan, dan ia juga harus membiayai 2 orang adiknya yang sedang duduk di bangku sekolah dasar dan di SLTP .

Dan juga selain dia bekerja juga dia mempunyai usaha sampingan yaitu berjualan sepatu di Pasar Dago selama 3Tahun, dan setelah itu muncullah pemikiran untuk dia mau membuka usaha sendiri selang 2Bulan dia bicara sama temannya bahwa dia mau ikut belajar sol sepatu-sepatu, nah dari situ timbullah dia mau buka usaha membuat sepatu kecil-kecilan dengan bermodalan dia mempunyai bakat gambar dia beranikan diri menawarkan sepatu buatannya dia ketemannya tuk di sol dan di pasarkannya juga. 

Tanpa disangka temannya tertarik dengan sepatu buatannya dan meminta tidak tanggung-tanggung 10 pasang sepatu, setelah itu kendala modal melanda niat dia akhirnya setelah dipikirkan oleh dia dia bicara sama teman dia, dia join dengan temannya dengan cara bagi hasil.

Usaha bisnis berjalan lancar dan tawaran samakin banyak oleh karna itu dia membutuhkan pegawai untuk membantunya dia dalam membuat sepatu, dan juga seiring waktu berjalan dia juga membutuhkan tempat dan peralatan sol akhirnya temannya itu memutuskan untuk menjual rumah sekaligus pabrik yang dia bekerja dan sekarang menjadi miliknya.
 
Selain memiliki toko ritel di Bandung, ia juga memasarkan sepatu buatannya itu ke berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Kini Fauzan meraup omzet Rp 50 juta setiap bulan, dengan margin keuntungan 10%-15% dari omzet.

dan sampai saat ini kegigihan untuk mengembangkan bisnis tidak ada kata menyerah untuk menuangkan kretifitasnya hingga menjadi usaha.